Logika
![]() |
| sumber gambar : intisari-online.com |
Sejak dahulu kala manusia sudah dihadapkan pada pemecahan masalah, dan masalah sendiri merupakan bukti bahwa manusia masih hidup. Jadi kalau ada manusia ingin tak punya masalah pilihannya tinggal satu yaitu mati, sebab jika ia sudah mati masalah sudah tidak akan ada lagi, semua di turunkan kepada ahli waris.
Masalah tersebut harus diselesaikan agar dapat dikatakan berhasil, ibarat sekolah masalah merupakan jalan naik tingkat ke level yang lebih tinggi. Dalam menyelesaikan berbagai masalah dibutuhkan adanya pola berfikir atau yang disebut dengan logika. Logika sendiri diibaratkan jalan berfikir sistematis dalam menyelesaikan maslah.
Apa itu Logika ?
Logika berasal dari kata logos yang bermakna hasil nalar yang diutarakan dalam kata dan dinyatakan dalam bahasa. Fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan “jembatan penghubung” antara filsafat dan logika. Pada buku ini tidak akan dibahas mengenai filsasat lebih jauh. Namun kedepannya anda akan menemukan bahwa filsafat berjalan melalui landasan logika.
Logika sendiri dapat didefinisikan sebagai “ suatu teori tentang penyimpulan yang sah” sedangkan Algoritma yang juga menjadi cara menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang logis memiliki definisi sebagai berikut : algoritma adalah fondasi sekaligus dasar dalam membuat suatu program penyelesaian masalah.
Konsep dalam Logika ?
Mempelajari logika akan membuat daya pikir lebih tajam sekaligus menjadikannya lebih berkembang, menjaga supaya kita selalu berfikir benar menggunakan asas-asas sistematis, meningkatkan rasa cinta kebenaran dan menghindari kesesatan bernalar atau berfikir, serta membuat setiap orang berfikir secara cermat, objektif dan efektif.
Proposisi.
Proposisi merupakan suatu yang berkelanjutan dengan terjadinya rangkaian kata-kata, karena tidak pernah ada pengertian yang berdiri secara sendiri. Sebagai contoh : seseorang tidak akan sama dalam membuat pengertian namun pada dasarnya pengertian –pengertian itu saling melengkapi. Jika ada pertanyaan apa itu teknologi tentu akan berbeda secara definisi dan pada dasarnya satu dengan yang lain akan saling bersinggungan.
Hal-hal yang terjadi dalam proses terjadinya pembentukan proposisi adalah :
- Proses perangkaian dan pengingkaran.
- Proses pengakuan
- Proses pengombinasian proposisi
Penalaran
Setelah melakukan proposisi proses selanjutnya adalah penalaran, penalaran sendiri merupakan sebuah metode untuk menarik kesimpulan. Penalaran sendiri dibagi menjadi 2:
1. Pola penalaran deduktif
Pola nalar deduktif identik dengan penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataan benar yang umum ke khusus. Misalnya semua siswa SMK Pintar Simulasi Digital, sedangkan Iksan adalah siswa SMK, maka kesimpulan yang didapat adalah Iksan pintar simulasi digital.
2. Pola penalaran induktif
Pola penalaran induktif identik dengan penarikan kesimpulan yang bergerak dari pernyataaan benar yang khusus ke umum. Misalnya Ahmad sebagai siswa SMK pintar simulasi digital, Iksan sebagai siswa SMK Pintar SImulasi digital, Dodi sebagai siswa SMK Pintar simulasi digital. Maka kesimpulan yang dapat diambil adalah siswa SMK pintar simulasi digital.

Comments
Post a Comment